Loading...
link : Mengapa Banyak Majikan Saudi Nikahi Pembantu?
Mengapa Banyak Majikan Saudi Nikahi Pembantu?
Mengapa Banyak Majikan Saudi Nikahi Pembantu?
Arij masih ingat hari ketika pembantunya, Rita, datang ke rumahnya untuk pertama kali. Arij sangat baik padanya, memperlakukan Rita dengan hormat dan tidak pernah memberi pekerjaan melebihi kemampuannya.
Tak pernah terbesit sedikitpun dalam benak Arij jika pembantunya akan mencuri hati suaminya. Lebih-lebihsuaminya mengatakan bahwa ia tidak pernah menyukai pembantu dan selalu menghindari kontak dengannya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Arij melihat sesuatu yang mencurigakan tentang hubungan suaminya dengan pembantu. Ia bisa bersumpah bahwa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka.
Mencurigakan, Arij kemudian memutuskan untuk mengirim pembantu kembali ke tanah airnya Indonesia. Lima bulan kemudian, Rita kembali di Arab Saudi. Namun kali ini bukan sebagai pembantu melainkan sebagai istri kedua resmi dari suami Arij.
Arij benar-benar terkejut. Dia tidak bisa berhenti memikirkan mengapa suaminya, meski banyak wanita di luar sana, lebih memilih untuk menikahi pembantunya. Apakah ada sesuatu yang salah dengan dirinya hingga suaminya membuat keputusan tersebut?
Melihat fenomena tersebut, harian Al-Riyadh mewawancarai beberapa orang untuk membahas masalah yang dialami Arij dan wanita lain senasib. Mengapa beberapa suami tertarik kepada pembantu mereka dan akhirnya menikahi mereka? Siapa yang harus disalahkan: suami atau istri?
Pembantu Itu Mengambil Suami Saya
Samira Abdul Muhsin, seorang ibu rumah tangga Saudi, juga memiliki pengalaman serupa. Dua bulan setelah kedatangan pembantunya, ia mendapati adanya hubungan antara suami dan pembantu yang akhirnya menikah.
"Saya tidak pernah berpikir bahwa pembantu kami akan mengambil suami saya. Suami dan pembantu telah berbuatcurang pada saya."
Apa yang dia lihat dalam dirinya? Aku tidak mengerti. Dia tidak cantik atau berwajah bening, "kata Samira Abdul Muhsin. Ketika ia bersikeras untuk mengirim pembantu kembali ke negara asalnya, suaminya justru menikahi pembantu dan menjadikannya istri kedua.
Arij masih ingat hari ketika pembantunya, Rita, datang ke rumahnya untuk pertama kali. Arij sangat baik padanya, memperlakukan Rita dengan hormat dan tidak pernah memberi pekerjaan melebihi kemampuannya.
Tak pernah terbesit sedikitpun dalam benak Arij jika pembantunya akan mencuri hati suaminya. Lebih-lebihsuaminya mengatakan bahwa ia tidak pernah menyukai pembantu dan selalu menghindari kontak dengannya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Arij melihat sesuatu yang mencurigakan tentang hubungan suaminya dengan pembantu. Ia bisa bersumpah bahwa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka.
Mencurigakan, Arij kemudian memutuskan untuk mengirim pembantu kembali ke tanah airnya Indonesia. Lima bulan kemudian, Rita kembali di Arab Saudi. Namun kali ini bukan sebagai pembantu melainkan sebagai istri kedua resmi dari suami Arij.
Arij benar-benar terkejut. Dia tidak bisa berhenti memikirkan mengapa suaminya, meski banyak wanita di luar sana, lebih memilih untuk menikahi pembantunya. Apakah ada sesuatu yang salah dengan dirinya hingga suaminya membuat keputusan tersebut?
salah seorang pembantu di Saudi (www.abc.net.au)
Melihat fenomena tersebut, harian Al-Riyadh mewawancarai beberapa orang untuk membahas masalah yang dialami Arij dan wanita lain senasib. Mengapa beberapa suami tertarik kepada pembantu mereka dan akhirnya menikahi mereka? Siapa yang harus disalahkan: suami atau istri?
Pembantu Itu Mengambil Suami Saya
Samira Abdul Muhsin, seorang ibu rumah tangga Saudi, juga memiliki pengalaman serupa. Dua bulan setelah kedatangan pembantunya, ia mendapati adanya hubungan antara suami dan pembantu yang akhirnya menikah.
"Saya tidak pernah berpikir bahwa pembantu kami akan mengambil suami saya. Suami dan pembantu telah berbuatcurang pada saya."
Apa yang dia lihat dalam dirinya? Aku tidak mengerti. Dia tidak cantik atau berwajah bening, "kata Samira Abdul Muhsin. Ketika ia bersikeras untuk mengirim pembantu kembali ke negara asalnya, suaminya justru menikahi pembantu dan menjadikannya istri kedua.
Loading...
src="https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_sG0NCoNon35nsDBFXRR64qhtlYyNxil-w2K6a8j8yQT-bJ3MDpYdmKGKNDU-KsfSo4VI0eXJBURA=s0-d">rombongan pembantu asal Indonesia di Saudi (www.livemint.com)
Pembantu Juga Punya Perasaan
Badriya Khalid, wanita Saudi yang punya pengalaman sama, mengatakan bahwa sebagian besar ibu rumah tangga lupa bahwa pembantu juga memiliki perasaan dan hasrat untuk menikah dengan seorang pria baik.
"Setiap kali suami saya mengatakan hal-hal baik kepada saya, pembantu cemburu. Saya tahu dari mimik wajahnya. Saya juga menemukan dia menggunakan make-up dan memakai gaun saya ketika saya keluar.
Dia berusaha untuk menarik perhatian suami saya, kata Khalid.Menurutnya, istri harus disalahkan juga ketika suami mulai melihat pembantu sebagai istri kedua.
Seorang istri harus merawat dan melayani suaminya dan tidak pernah membiarkan pembantu melakukan hal itu kepada suami.
Suami Kadang Kurang Mendapat Perhatian
Dr Abu Bakar Baqadir, mantan profesor sosiologi di King Abdulaziz University, mengatakan bahwa beberapa suami memiliki kepribadian yang rumit dan ingin senantia diperhatikan istri mereka.
Perhatian yang saya maksud adalah kebiasaan yang diterima di masyarakat seperti mencuci pakaiannya, memasak makanan favoritnya dan menjaga penampilan.
"Saya tidak mengatakan bahwa istri harus bertindak sebagaimana pembantu yang melakukan apa saja. Apa yang saya katakan adalah istri harus memiliki hubungan yang kuat dengan suami mereka, hubungan yang dibangun di atas saling menghormati dan cinta, "jelasnya.
Baqadir mengatakan pasangan yang sudah menikah harus mencari cara untuk memperkuat hubungan mereka. "Beberapa orang kadang bertindak seperti anak-anak dan ingin memiliki apa yang bukan milik mereka.
Di sinilah perhatian istri berperan. Dia harus memuaskan keinginannya dan membuat suami merasa tidak ada perempuan lain kecuali dirinya sendiri, "katanya.
http://ift.tt/2fbXe7N
[Cerkiis.blogspot.com, Diterjemahkan dari "Why do many Saudis marry their maids?",Saudi Gazette: 2 Oktober 2015.]
Pembantu Juga Punya Perasaan
Badriya Khalid, wanita Saudi yang punya pengalaman sama, mengatakan bahwa sebagian besar ibu rumah tangga lupa bahwa pembantu juga memiliki perasaan dan hasrat untuk menikah dengan seorang pria baik.
"Setiap kali suami saya mengatakan hal-hal baik kepada saya, pembantu cemburu. Saya tahu dari mimik wajahnya. Saya juga menemukan dia menggunakan make-up dan memakai gaun saya ketika saya keluar.
Dia berusaha untuk menarik perhatian suami saya, kata Khalid.Menurutnya, istri harus disalahkan juga ketika suami mulai melihat pembantu sebagai istri kedua.
Seorang istri harus merawat dan melayani suaminya dan tidak pernah membiarkan pembantu melakukan hal itu kepada suami.
Suami Kadang Kurang Mendapat Perhatian
Dr Abu Bakar Baqadir, mantan profesor sosiologi di King Abdulaziz University, mengatakan bahwa beberapa suami memiliki kepribadian yang rumit dan ingin senantia diperhatikan istri mereka.
Perhatian yang saya maksud adalah kebiasaan yang diterima di masyarakat seperti mencuci pakaiannya, memasak makanan favoritnya dan menjaga penampilan.
Jika istri gagal dalam memberikan suami jenis perhatian ini, ia pasti akan mulai berpikir tentang pembantu, terutama jika pembantu lebih bisa memberikan perhatiannya, dan ia menemukan ini di pembantu para istri di Saudi, tak bisa hidup tanpa pembantu (jezebel.com)
"Saya tidak mengatakan bahwa istri harus bertindak sebagaimana pembantu yang melakukan apa saja. Apa yang saya katakan adalah istri harus memiliki hubungan yang kuat dengan suami mereka, hubungan yang dibangun di atas saling menghormati dan cinta, "jelasnya.
Baqadir mengatakan pasangan yang sudah menikah harus mencari cara untuk memperkuat hubungan mereka. "Beberapa orang kadang bertindak seperti anak-anak dan ingin memiliki apa yang bukan milik mereka.
Di sinilah perhatian istri berperan. Dia harus memuaskan keinginannya dan membuat suami merasa tidak ada perempuan lain kecuali dirinya sendiri, "katanya.
http://ift.tt/2fbXe7N
[Cerkiis.blogspot.com, Diterjemahkan dari "Why do many Saudis marry their maids?",Saudi Gazette: 2 Oktober 2015.]
Demikianlah Artikel Mengapa Banyak Majikan Saudi Nikahi Pembantu?
Sekianlah artikel Mengapa Banyak Majikan Saudi Nikahi Pembantu? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Mengapa Banyak Majikan Saudi Nikahi Pembantu? dengan alamat link https://kabarislam24jam.blogspot.com/2016/11/mengapa-banyak-majikan-saudi-nikahi.html
Loading...
0 Response to "Mengapa Banyak Majikan Saudi Nikahi Pembantu?"
Posting Komentar